Traveling ke Bogor yuk !

Yuk ah, sekarang kita mau ceritaain pengalaman teman kaskuser kita yang udah merasakan traveling ke bogor. mari kita simak ya teman teman.

Bogor. Sebuah kota yang penuh dengan kenangan manis di dalamnya. Bagi saya pribadi, Bogor bukan kota biasa. Keruwetannya, keramahannya, hujan dan panasnya, menyatu menjadi sebuah harmoni yg indah. Ketika saya berkeluarga nanti, Bogor berada di pilihan teratas untuk menentukan kota tempat tinggal keluarga saya kelak.

Bogor terletak di selatan kota Jakarta, melewati Kota Depok. Dari Jakarta, cara konvensional untuk ke Bogor bisa melalui jalan tol Jagorawi atau bisa juga melalui jalan antar provinsi Jakarta-Bogor. Tapi perjalanan kali ini, saya tidak memakai kedua opsi tersebut, melainkan pakai: Kereta Commuter Line.

Jam 10 pagi, saya tiba bersama 2 rekan lainnya di Stasiun Depok Baru. Stasiun andalan saya hehe… Hanya butuh waktu 30 menit kurang lebih untuk bisa sampai di Bogor. Sesampainya di sana, kami disambut dengan sinar matahari yang menyengat, luar biasa memang, disaat kota lain sedang dilanda hujan karena memang masuk ke musimnya, Bogor malah asik “terang” sendirian. Tapi tidak apa, malah dengan adanya cuaca terik seperti ini, dapat lebih leluasa menikmati hiruk pikuk bogor.

Keluar dari pelataran stasiun mata saya langsung jelalatan memantau tempat makan apa yg enak untuk nanti sebelum pulang ya hehe, kebetulan saya dapat rekomendasi dari saudara kalau soto bogor di jembatan merah dekat stasiun bisa jadi pilihan yg mantap! waaah, saya sudah niatkan makan di sana nanti hehe. Ohya, karena tujuan kita ke Kebun Raya, jadi kita tidak jalan ke arah jembatan merah, tapi sebaliknya.

Nah di sini ada tips khusus dari saya pribadi. “Jika kita ingin ke Kebun Raya Bogor dengan menumpang kereta, dan tiba di stasiun, kita jangan langsung naik angkot dari stasiun! Karena sebenarnya dari stasiun ke kebun raya itu dekat kok kalau jalan kaki! Jadi saya itu, di perjalanan kali ini, saya malah naik angkot dari stasiun, alasannya: karena tidak tahan sama terik sang matahari, daaan karena saya juga lupa gerbang Kebun Raya itu dekat atau jauh sih dari stasiun hehe… Karena saya naik angkot, alhasil saya dibawa muter-muter sama abang sopir, tapi tidak apa, karena akhirnya saya bisa tau dan melihat taman Sempur yg fenomenal itu hahaha, keren lho ternyata! Next harus ke sana! okay, kembali lagi ke angkot, saya diturunkan di gerbang kebun raya belakang atau yg biasa disebut dengan pintu LIPI.

Well, ini kali pertama ke Kebun Raya lewat gerbang LIPI. LIPI sendiri adalah singkatan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Ya! Lipi memiliki “markas” sendiri di kebun raya.

Ohya, di dekat-dekat kantor LIPI ada sebuah “wahana” edukasi baru lho, namanya Ecodome. Saya kurang mengetahui apa aja yg ada di dalam, karena pada saat ke sana sedang tutup. Dari bentuk dan keliatannya, fungsi dari Ecodome ini mungkin sebagai pengantar edukasi tentang green house deh, tapi sekali lagi ya, itu menurut hemat saya hehe…

Ecodome

Sesudah sampai di Kebun Raya ini, cuaca yg tadinya sangat terik perlahan berubah menjadi adem, nyaman rasanya. Kami berjalan kaki lumayan lama sambil menikmati hamparan hijau nan luas membentang hingga sampai saatnya kami istirahat. Kita bisa istirahat di mana saja sih sebenarnya, asal bisa dapat ruang rumput yg datar aja. oh iya, tidak sulit menemukan penjaja “tiker” yg dijual, tapi tiker ini bukan tiker pada umumnya, melainkan selembar kresek sampah! shit man, saya gk akan mau bayar 10rb untuk plastik sampah itu… Jadi pelajaran juga buat kita, kalau mau nyantai duduk-duduk di Kebun Raya, wajib bawa tiker sendiri emoticon-Smilie

Puas kita istirahat, makan cemilan, chit-chat dan “bertarung” dengan semut-semut, kami pun sepakat melanjutkan perjalanan. Tujuan utama kami apalagi kalau bukan ke Istana Presiden!

Kebetulan perjalanan dari tempat istirahat kami ke Istana Presiden harus melewati jembatan gantung kebun raya. Tidak begitu panjang kok jembatannya, cuma ya saya agak takut saja jembatan tua ini tidak kuat menopang kumpulan manusia-manusia yang sibuk ber-swafoto (selfie) di sana. Seharusnya dipasang yg besar tanda batas maksimum orang yg boleh stay di atas jembatan. Well, semoga manajemen Kebun Raya bisa mendengar masukan saya ini.

Persis sebelum ke Istana Presiden kami melewati taman yg cukup eye catching dan tentunya ramai pengunjung, nama tamannya sendiri saya kurang tau pasti, tapi seingat saya nama taman tersebut adalah taman teratai (Kalau gak salah yaaa!) tempatnya cukup bagus dan banyak kecebong-kecebong berenang di sana hahaha (Kecebong dan kodok adalah hewan kesayangan Presiden Jokowi)

Ya! dan akhirnya sampai di Istana Presiden Bogor…. Well, enggak masuk ke dalam halamannya sih apalagi ke dalam istananya, cuma sampai batas pagar luar aja yg dipisahkan dengan kolam-kolam lotus. Asik foto-foto, akhirnya kami menyudahi perjalanan. Perjalanan selesai hanya di kebun Raya saja, tapi setelah itu kita hunting cari makanan! Dan saya jadinya tidak makan di Jembatan Merah dekat stasiun dong hahaha! Tapi saya malah makan di pecinan Bogor, di Jl. Surya Kencana, di sna saya cari soto bogor hehe… Lumayan lah walaupun bukan yg terbaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *